Tukang Becak Miskin Diremehkan Saat Mau Nyumbang Masjid. Siapa Sangka Jabatannya Ternyata ..

Terkadang seseorang bisa sangat sombong hanya ketika diberikan kelimpahan rezeki sedikit lebih banyak daripada lainnya. Tentu hal semacam ini tidak boleh, karena sifat sombong benar-benar tidak baik dan malah bisa menjadi senjata tajam yang bisa membalikkan keadaan sendiri.

Seperti apapun kekayaan dan juga kehidupan mewahnya, tetaplah bersikap rendah diri agar tidak kentara oleh orang lain.

Kadangkala pandangan manusia hanya tertuju pada penampilan maupun harta yang nyata dipakainya. Mereka lebih menghargai yang menaiki mobil mewah, berbusana mahal dan penampilan fisik yang rupawan.



Sementara itu, orang yang memiliki fisik tidak terlalu rupawan, harta yang tidak seberapa serta kendaraan yang apa adanya seringkali menjadi buah ejekan bahkan hinaan. Seperti kisah berikut.

Diceritakan. Di sebuah daerah perkotaan tengah merencanakan pembangunan masjid. Hanya saja pengurus masjid nampak kekurangan dana untuk melaksanakan pembangunan tersebut. Segala upaya pun dilakukan, namun hasilnya hanya sedikit saja warga yang mau menyumbang dan itu pun dalam jumlah yang kecil hingga pembangunan yang harusnya bisa diselesaikan dalam waktu yang cepat akhirnya harus ditunda dahulu karena kekurangan dana.

Di tengah problema tersebut, suatu hari ketua panitia tiba-tiba didatangi oleh seseorang dengan penampilan yang seadanya. Ketua panitia segera menjawab salam dan menengok dari jendela siapa gerangan yang berkunjung ke rumahnya tersebut.

Sebagai orang kota yang biasanya lebih melihat materi, si ketua panitia tersebut hanya fokus mengecek apakah tamu yang datang kepadanya itu menggunakan kendaraan seperti mobil atau motor. Namun rupanya tamu yang datang tersebut tidak menggunakan kendaraan apapun.

Tapi karena tamu tersebut sudah ada di depan pintu, akhirnya si ketua panitia mempersilakannya untuk masuk dan menyuruhnya untuk duduk. Setelah beberapa menit menanyakan tentang maksud kedatangannya, akhirnya tamu tersebut bertanya, “Kira-kira berapa dana yang dibutuhkan Pak untuk pembangunan masjid tersebut?”

Merasa bahwa tamunya bukanlah orang kaya, dengan ketus dan sedikit meremehkan, si ketua panitia berkata, “Sekitar 300 jutaan sih.”

Setelah mendapatkan jawaban yang diinginkannya, tamu itu pun berpamitan dengan sebelumnya memberikan nomor ponsel miliknya. Ia kemudiab berpesan kepada ketua panitia, “Pak kalo bisa besok atau lusa sempatkan waktu untuk datang ke kantor agama untuk mengurusi surat-surat pembangunan. Namun sebelum itu sebaiknya bapak menelepon saya terlebih dahulu ke nomor ini. Insya Allah mudah-mudahan ada rezeki untuk pembangunan tersebut.”

Meski sempat sedikit tidak percaya, namun si ketua panitia tetap mengiyakan dan pada malam harinya ia lalu menyampaikan kepada panitia lainnya tentang sosok tamu yang datang ke rumah dan maksud kedatangannya.

Sebagian dari panitia tersebut ada yang berkata ketus, “Sudahlah jangan urusin orang itu. Biarkan saja. Coba, darimana orang tersebut bisa dapat uang segitu untuk pembangunan masjid kita ini?”

Lantaran omongan beberapa rekannya tersebut, sang ketua panitia pembangunan masjid itu akhirnya memutuskan untuk tidak datang ke kantor agama aebagaimana permintaan tamunya.

Siang harinya, dengan izin Allah salah seorang warga sekaligus jamaah di sana berencana ingin mengambil sebuah mobil di show room dan minta ditemani oleh sang ketua panitia. Maka berangkatlah mereka berdua ke show room yang ternyata berdekatan dengan kantor agama.

Setelah selesai mengurus transaksi pengambilan mobil, mereka berdua pun beranjak pulang. Saat melihat ke arah kantor agama, ketua panitia merasa penasaran dan berkata kepada rekannya tersebut, “Gimana kalau kita datang aja ke kantor agama da menelepon tamu yang kemarin?”

Meski sempat ragu, akhirnya rekannya tersebut mengiyakan juga.

“Assalamualaikum pak! Gimana jadi mau menyumbangkan untuk pembangunan masjid yang kemarin? Saya tunggu Bapak sampai jam 11 pas. Jika Bapak terlambat, saya tidak akan menunggu karena saya banyak urusan.” ucap ketua panitia tersebut saat menelepon tamu yang kemarin datang ke rumahnya.

Saat jam menunjukkan pukul 11.05 menit, keduanya pun bersiap-siap untuk pulang. Namun dari kejauhan tampak sosok tamu yang kemarin datang dan tengah menaiki becak menghampiri kantor agama.

Ia pun berkata, “Maaf Pak, saya sedikit telat. Mari kita sama-sama langsung masuk saja ke kantor agama.” sapa pria itu.

Mereka pun masuk dengan didahului oleh tamu tersebut. Setelah berada di ruangan, tamu yang telah ditunggu oleh ketua panitia dan rekannya tersebut langsung mengeluarkan uang dari tasnya dan menyuruh kepada petugas kantor agama agar segera menghitungnya dan membuat kwitansi serah terimanya.

Dengan santai ia berkata, “Tulis saja sumbangan ini atas nama hamba Allah dan tidak usah menulis nama saya. Pencatatan ini memang diperlukan sebagai arsip dan memang Allah menyuruh agar setiap transaksi haruslah dicatat, apalagi menyangkut harta benda.”

Betapa terkejutnya kedua panitia pembangunan masjid terkejut setelah melihat orang tersebut mengeluarkan uang sejumlah 300 juta rupiah dari tasnya. Dengan sedikit rasa malu bercampur rendah diri, keduanya menundukkan pandangan karena kemarin dan pas datang tadi mereka sempat meremehkan orang tersebut yang dikira orang miskin.

Namun setelah diselidiki, ternyata sosok sederhana tersebut adalah seorang pengusaha kebun kopi yang memiliki kekayaan melimpah namun tetap tidak sombong dengan kekayaannya.

Sahabat. Jangan pernah memandang seseorang hanya karena materi yang dimilikinya di dunia tidak terlihat. Sebaik-baik harta adalah amal shaleh dan ketakwaan yang akan dibawa hingga mati. Manusia terbaik dalam pandangan Allah adalah manusia yang memiliki akhlak dan ketakwaan yang baik
==
Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang

Sumber : Berbagai Sumber Media Online

0 Response to "Tukang Becak Miskin Diremehkan Saat Mau Nyumbang Masjid. Siapa Sangka Jabatannya Ternyata .."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel