Kisah Bocah 12 Tahun di Bali Jadi Tulang Punggung Keluarga Urus Ibu yang Sakit

Sementara itu, menurut penjelasan dari Kepala Dusun (Kadus) Sukaluwih I Wayan Seriasa, ibunda Arsa sudah enam bulan sakit.

Dia juga menceritakan, setiap kali bekerja serabutan, Arsa menerima upah Rp 30-40 ribu.

“Dikasih Rp 30 ribu, kayaknya dapat tapi nggak harian. Cuma kalau berapa kali ngirim dikasih Rp 30 ribu, tapi nggak sampai seharian. Kalau dihitung, ya Rp 30-40 ribuanlah,” terang Seriasa.


Selain Arsa yang banting tulang untuk menghidupi keluarganya, sang adik ikut berjualan.

“Adiknya pulang sekolah dikasih sekitar Rp 20 ribu sama yang tetangganya yang punya usahanya mikro kecil itu, yang punya usaha keripik. Sebenarnya sih tidak bekerja, karena tidak boleh mempekerjakan anak di bawah umur tapi dia sengaja minta. Daripada bermain-main gitu, dia ikut bungkus-bungkus yang jajan itu, tapi ya tidak jadi pokok itu (membantu saja),” tambah Seriasa.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang

Sumber : Berbagai Sumber Media Online (detik)

0 Response to "Kisah Bocah 12 Tahun di Bali Jadi Tulang Punggung Keluarga Urus Ibu yang Sakit"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel